News

Lotte Choco Pie Peduli Kesehatan Mental Para Ibu di Tengah Pandemi

28 October 2020
Lotte Choco Pie Peduli Kesehatan Mental Para Ibu di Tengah Pandemi

Sesuai komitmen LOTTE Choco Pie sedari awal untuk memberikan yang terbaik bagi para ibu dan juga mendukung momen kebersamaan ibu dan anak serta keluarga. LOTTE Choco Pie Indonesia bekerja sama dengan LSI Denny JA, mengambil inisiatif untuk melakukan survei dan kunjungan kepada para Ibu di area Jakarta untuk mengetahui lebih dalam pentingnya memotivasi para Ibu untuk menjaga kesehatan mental khususnya di masa pandemi saat ini.

Program survei ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat kekhawatiran para Ibu di tengah pandemi, khususnya mengenai kondisi dan perkembangan anak-anak yang hingga kini masih melakukan semua kegiatan dari rumah. Survei dilakukan dari tanggal 24 September – 8 Oktober 2020 dengan jumlah 440 responden yang terdiri dari para Ibu yang memiliki anak berumur 3 – 12 tahun.

 

                                                                         Ingen Ate (Marketing Manager Lotte Indonesia)

 

Hasil survei menunjukkan bahwa (82.5%) mereka sudah sangat khawatir terhadap virus Covid-19 karena mereka tahu bahwa virus ini membahayakan bagi kesehatan. Selain itu (56.1%) merasa dampak Covid-19 ini membuat kondisi ekonomi rumah tangga kurang stabil. Dan di sisi lain, mayoritas (70%) menilai bahwa sekolah daring kurang efektif jika terus menerus dilakukan.

 

(kiri atas) Jessica William – EmCee, (kanan atas) Carissa Puteri - Brand Ambassador Lotte Choco Pie dan (tengah bawah) Kak Seto – Psikolog Anak

 

Lotte Choco Pie mengakhiri program survei dan kunjungan ini dengan mengadakan Webinar gratis bertajuk “Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Para Ibu di Tengah Pandemipada hari Sabtu, 24 Oktober 2020, yang diikuti oleh  lebih dari 200 peserta. Webinar yang juga difasilitasi oleh MarkPlus ini mengundang Kak Seto, Psikolog Anak, sebagai pembicara dan Carissa Puteri sebagai Brand Ambassador Lotte Choco Pie yang juga turut menceritakan pengalamannya  dari sisi Mom selama pandemi ini .

 

 

                                                                                         Kak Seto (Psikolog Anak)

 

Kak Seto selaku pembicara menjelaskan untuk menjadi pelindung, seorang Mom juga harus sehat mentalnya. Ciptakan suasana belajar yang gembira dan bahagia, ciptakan juga keluarga yang ramah anak bila anak-anak bahagia otomatis para ibu pun akan bahagia. Usahakan untuk berkomunikasi dengan para guru sehingga anak tidak merasa terbebani saat belajar di rumah. Selain itu jangan lupa agar para Ibu dan Ayah untuk melakukan kegiatan “GEMBIRA” (G: gerak, E: Emosi cerdas, M: Makan makanan sehat, B: Berdoa/beribadah, I: Istirahat, R:  Rukun dan Ramah, A:  Aktif berkarya).

 

                                         Jessica William (EmCee) dan Carissa Puteri (Brand Ambassador Lotte Choco Pie)

 

Selain itu Carissa Puteri Brand Ambassador Lotte Choco Pie, menambahkan tetap ada hal positif yang bisa didapatkan dari pandemi ini, Carissa berbagi pengalamannya yang saat ini harus tinggal di Melbourne dikarenakan belum bisa kembali ke Indonesia karena pandemi ini. Carissa melihat sejak tinggal di Melbourne Q sudah bisa membantu dirinya membersihkan rumah dan memasak, karena segala sesuatu harus dikerjakan sendiri di negeri Kangguru tersebut.

“Program ini juga dilakukan karena peran Ibu begitu krusial di tengah keluarga dan masyarakat. Jika kita tidak meningkatkan awareness untuk menjaga kesehatan mental mereka di tengah krisis, anak-anak akan menjadi stress dan dampaknya akan begitu mengkhawatirkan, “ujar Ingen Ate, Manajer Marketing Lotte Indonesia.

Secara konsisten Lotte Choco Pie akan terus berbagi dan menginspirasi para Ibu dalam kondisi dan situasi apapun juga. Dan terus mengingatkan pentingnya mewujudkan premium bonding moment setiap hari melalui pengalaman-pengalaman yang positif, serta komunikasi berkualitas antara ibu dan anak. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai kebersamaan dan menyempurnakan hubungan keluarga Indonesia. Karena untuk mewujudkan anak-anak yang bahagia, diperlukan juga ibu yang bahagia dengan jiwa yang sehat dan kuat.

‚Äč

 

Share: