Mencintai Anak Dengan Bahasa Cinta

Twitter
Amanda Margia Wiranata, S.Psi., M.Si., Psikolog
17 November 2021

Pernahkah Anda mendengar kalimat-kalimat berikut ini: “Kan Mama sering bilang ‘Mama sayang kamu’, masak kamu merasa nggak disayang?” Atau “Saya itu keras sama anak saya, supaya ia bisa bertahan di dunia luar yang kejam.” Atau “Kalau Mama-Papa nggak sayang, nggak mungkin kamu dirawat, dikasih makan, disekolahin di sekolah mahal, dibeliin baju, dan lain-lain kebutuhanmu. Kok bisa kamu merasa nggak disayang?” Atau “Saya memang tidak pernah memuji anak, takut anak jadi besar kepala dan sombong.” Atau “Saya nggak ngerti anak saya, padahal dari kecil saya selalu memperhatikan gizinya, saya masakin makanan kesukaannya, saya antar ke tempat lesnya, tapi kenapa dia sering marah-marah sama saya?” Apakah ujaran-ujaran tersebut terasa familiar? Di sisi lain, anak-anak dan para remaja yang datang ke ruang konseling, seringkali membawa keluhan merasa dirinya tidak berharga, tidak dicintai, tidak pantas menerima kasih sayang, padahal lahir dari keluarga yang utuh, secara status ekonomi cukup berada dan berlatar belakang pendidikan cukup tinggi. Apa yang menyebabkan seorang anak merasa tidak dicintai, sementara orangtua merasa sudah memberikan segalanya baginya?

Menurut Gary Chapman1, seorang konselor perkawinan dan penulis buku Lima Bahasa Kasih, membesarkan seorang anak bergantung pada hubungan kasih antara anak tersebut dengan orangtuanya. Semua tidak dapat berjalan baik bila kebutuhan anak akan cinta tidak terpenuhi. Anda mungkin benar-benar mencintai anak, tetapi jika Anda tidak berbicara dalam bahasa cintanya, maka anak tidak akan pernah merasa dicintai. Mencintai serta menyatakannya dengan kata-kata memang baik, tetapi tidaklah cukup membuat anak merasa dicintai sepenuhnya. Anak-anak bereaksi terhadap tindakan, yaitu apa yang Anda lakukan bersama mereka. Maka, Anda harus menyampaikan cinta sesuai dengan pengertian anak, yaitu dengan perilaku.

Setiap anak memiliki tangki cinta emosional, berisi kekuatan emosional yang dapat memberi bahan bakar sewaktu melalui hari-hari penuh tantangan pada masa kanak-kanak dan masa remajanya. Orangtua harus mengisi tangki emosional anak secara berkala dan menjaganya agar tidak kosong sehingga ia dapat beroperasi sebagaimana mestinya dan mencapai potensinya. Lalu apa yang harus diisi ke dalam tangki emosional ini? Orangtua harus mengisinya dengan cinta; tapi cinta jenis tertentu, yang akan kita bahas selanjutnya. Cinta ini haruslah tanpa syarat, yaitu cinta yang utuh, yang menerima anak apa adanya, bukan karena sesuatu yang dilakukannya. Yang seringkali dilakukan orangtua adalah memberikan cinta yang bersyarat, yakni bergantung pada hal lain, seperti nilai akademik yang baik; prestasi di sekolah; perilaku menurut pada perkataan orangtua/ guru; mampu bergaul dengan teman sebaya dan sebagainya. Cinta bersyarat diterapkan seperti hadiah dan hukuman, serta berbagai hak istimewa apabila anak berperilaku atau berprestasi seperti yang orangtua inginkan. Bukan berarti, orangtua tidak perlu melatih/ mendisiplinkan anak, tetapi hal tersebut baru dilakukan setelah mereka memberikan cinta tanpa syarat kepada anaknya.

Agar seorang anak dapat merasa dirinya dicintai, orangtua harus menggunakan bahasa cintanya yang unik, karena setiap anak mempunyai cara tersendiri dalam merasakan cinta. Pada dasarnya ada lima cara anak (sebenarnya semua orang) dalam mengutarakan serta memahami cinta emosional, yang disebut bahasa cinta, yaitu sentuhan fisik; kata-kata penegasan; waktu berkualitas; hadiah; dan pelayanan. Apabila dalam keluarga terdapat beberapa anak, bisa saja mereka mempunyai bahasa cinta yang berbeda-beda, tergantung kepribadian dan cara anak memahami bahasa cinta.

Mari kita bahas bahasa cinta satu per satu. Bahasa cinta pertama, sentuhan fisik. Sentuhan fisik adalah bahasa cinta yang paling mendasar dan mudah digunakan tanpa syarat. Umumnya berupa pelukan dan ciuman. Tetapi tidak terbatas itu saja, ada cara yang lain yang bisa dilakukan. Misalkan ayah yang melempar anaknya berumur 1 tahun ke udara lalu menangkapnya kembali; ayah yang memutar-mutar putrinya hingga tertawa terbahak-bahak; atau ibu yang membacakan cerita kepada anaknya sambil memangkunya. Sesibuk apapun orangtua, Anda masih bisa berulang kali menyentuh punggung, lengan, kepala atau pundak anak dengan lembut.

Penelitian menyebutkan perkembangan bayi yang sering digendong, dipeluk dan dicium lebih baik daripada mereka yang dibiarkan tumbuh tanpa kontak jasmani dalam jangka waktu panjang. Bahkan Virginia Satir, seorang terapis keluarga mengatakan bahwa dalam sehari kita membutuhkan 4 pelukan untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk mempertahankannya, dan 12 pelukan untuk dapat bertumbuh. Jadi sekarang Anda sudah paham kan, betapa pentingnya sentuhan bagi anak?

Bahasa cinta kedua adalah kata-kata penegasan (word of affirmation), yaitu kata-kata yang mengandung kasih sayang dan yang mendatangkan rasa kasih, kata-kata pujian dan dorongan, kata-kata yang memberikan bimbingan positif yang menyiratkan “Saya mempedulikanmu, saya mencintaimu, saya menghargaimu.” Kata-kata tersebut memupuk rasa aman dan perasaan berharga dalam diri anak. Tentunya kata-kata ini harus disampaikan dengan nada suara dan bahasa tubuh yang selaras dengan kata yang diucapkan. Sebaliknya, kata-kata pendek yang keluar akibat frustrasi singkat, dapat melukai harga diri anak serta membuatnya meragukan semua kemampuan dirinya.

Seorang anak dapat merasa dicintai dan dihargai, ketika si anak bermain bola, ayah selalu bersorak-sorai dan setelah pertandingan mengatakan kepada anaknya, “Terima kasih karena kamu telah bermain sebaik mungkin.” Atau ketika melakukan anak kesalahan, orangtua berkata, “Semua orang dapat melakukan kesalahan, kamu akan dapat mendapatkan hasil yang lebih baik bila kamu terus berusaha sebaik mungkin.”

Kata pujian dan kasih sayang seringkali digabungkan dalam pesan kepada anak. Tapi perlu dibedakan. Kasih sayang mengungkapkan penghargaan terhadap seorang anak, karena sikap dan kemampuannya merupakan bagian dari diri seseorang secara utuh dan menyeluruh. Sebaliknya, kita hanya memuji atas sesuatu yang dilakukan anak, yaitu prestasi, perilaku, atau semua sikap yang disadarinya. Anda harus berhati-hati dalam memberikan pujian, karena bila terlalu sering diberikan, dampak positifnya semakin berkurang.

Selain pujian, ada juga kata-kata yang membesarkan hati, yang menanamkan keberanian, misalnya pada anak yang sedang belajar bicara, Anda dapat mengatakan, “Hampir benar, itu baik, ya bagus, kamu bisa,” akan dapat membesarkan hati anak karena telah mempelajari kosakata yang sudah ada, namun juga ada peluang berkembang. Atau saat anak belajar bergaul, Anda dapat berkata, “Wah tadi ibu lihat kamu mau mengajak temanmu bermain bersama. Ibu bangga sama kamu yang berani berkenalan dengan teman baru.”

Bahasa cinta ketiga, waktu berkualitas. Artinya saat orangtua memberikan perhatian terfokus, dan tidak terbagi kepada anak. Banyak perilaku buruk yang dilakukan anak sebagai upaya untuk mendapatkan waktu lebih banyak bersama ibu atau ayah. Bahkan perhatian yang negatif akan lebih baik baginya, daripada tidak diperhatikan sama sekali. Saat ini, semakin banyak orangtua yang keduanya bekerja, atau orangtua tunggal bekerja, yang menyebabkan kurangnya waktu berkualitas bersama anak di rumah. Waktu berkualitas berarti orangtua hadir sepenuhnya dan berinteraksi dengan anak tanpa melakukan hal lain seperti pekerjaan, tugas rumah tangga, chat/ telepon dengan teman, atau memantau sosial media. Dengan meluangkan waktu berkualitas bersama anak, Anda menyampaikan pesan: “Kamu ini penting, Ayah/ Ibu suka bersamamu,” maka membuat anak merasa dirinya adalah orang terpenting di dunia bagi orangtuanya. Waktu berkualitas tidak mengharuskan orangtua pergi ke suatu tempat secara khusus. Anda dapat memberikan perhatian terfokus hampir di manapun, bahkan di rumah, ketika orangtua berdua dengan salah seorang anak. Mencari waktu berdua dengan setiap anak adalah tidak mudah, namun penting sekali. Apabila Anda merupakan orangtua sibuk, maka Anda perlu menjadwalkan waktu berkualitas bersama setiap anak (bila anak lebih dari satu). Luangkan waktu berkualitas 15 menit setiap harinya untuk setiap anak agar kebutuhannya terpenuhi. Saat melakukan waktu berkualitas, buatlah kontak mata yang menyenangkan dan penuh kasih dengan anak. Anda dapat melakukan berbagai hal bersama secara aktif, tetapi juga merupakan kesempatan mengenal anak secara mendalam. Buka percakapan dan lakukan pembicaraan yang berkualitas dengannya. Kenali apa yang anak sukai dan tidak. Ini juga merupakan kesempatan anak menjadi pemimpin dengan membiarkannya memilih kegiatan yang akan dilakukan bersama.

Bahasa cinta keempat, ,hadiah. Memberi dan menerima hadiah bisa merupakan ungkapan cinta yang kuat. Agar berhasil, bahasa cinta lainnya harus menyertai pemberian hadiah itu. Artinya orangtua harus menggabungkan sentuhan fisik, kata-kata penegas, waktu berkualitas, dan pelayanan agar tangki cinta anak tetap terjaga. Hadiah sejati, bukanlah imbalan atas perilaku yang diinginkan, melainkan ungkapan cinta bagi orang tersebut dan diberikan gratis, tanpa syarat oleh pemberinya. Jadi hadiah di sini, bukanlah imbalan karena anak membereskan mainannya atau menuruti perkataan orangtuanya. Bukan juga sebagai pengganti rasa bersalah orangtua karena meninggalkannya bekerja atau barusan memarahi anaknya. Anak akan merasa bahwa hadiah tersebut sebagai alat manipulasi dan diberikan karena alasan tertentu, dan bukan karena cinta orangtuanya. Tips memberikan hadiah:

  • Membungkusnya dengan indah. Membuka hadiah memberikan getaran emosional bagi seorang anak.
  • Memilih mainan yang tepat buat anak. Mainan tidak harus semuanya edukatif, tetapi yang bermanfaat bagi kehidupan anak. Saat memilih, tanyakan pada diri sendiri, “Pesan apa yang disampaikan mainan ini kepada anak saya? Apakah pesan itu membuat saya merasa nyaman? Apa yang dipelajari anak dari mainan ini? Bagaimana dampaknya secara keseluruhan, negatif atau positif? Berapa lama mainan ini bertahan? Seberapa besar daya tariknya hingga anak akan memainkannya berulang kali? Apakah kami mampu membelinya?” Jangan memberikan mainan yang tidak bermanfaat bila Anda tidak mampu membayarnya.
  • Disampaikan dengan kata-kata yang menegaskan bahwa orangtua memikirkan si anak saat memilihnya. Dengan demikian, anak akan menghargai pemberiannya. Menghargai semua jenis hadiah, juga mengajari anak cara menanggapi orang lain yang memberinya hadiah.
  • Jangan membanjiri anak dengan hadiah, apalagi menggunakannya sebagai pengganti bahasa cinta lainnya, karena akan mengurangi nilai pemberiannya.

Bahasa cinta kelima, pelayanan. Sebagai orangtua, motivasi melayani anak bukanlah untuk menyenangkannya, melainkan melakukan yang terbaik. Tindakan yang menyenangkan anak sesaat, biasanya bukanlah cara terbaik untuk menyatakan cinta kepada anak. Untuk memenuhi kebutuhan cinta itu, pelayanan Anda seharusnya dihubungkan dengan bahasa cinta lainnya. Peringatan bagi orangtua yang menggunakan bahasa cinta pelayanan, janganlah memandang pelayanan sebagai cara memanipulasi anak. Hal ini sangat mudah terjadi, karena di saat kecil anak sangat menginginkan hadiah dan pelayanan melebihi apapun. Akan tetapi, apabila orangtua menuruti hasrat atau permintaan anak akan hadiah dan pelayanan yang terlalu banyak, ia akan tetap egosentris seperti anak kecil bahkan hingga ia dewasa. Jangan pula menggunakan pelayanan sebagai imbalan bagi perilaku anak, karena anak akan melihat bahwa Anda tidak tulus mencintainya dan cinta Anda bersyarat.

Pada dasarnya, setiap anak (dan semua orang), membutuhkan kelima bahasa cinta di atas. Akan tetapi, ada bahasa cinta utama yang dibutuhkan oleh anak. Apabila orangtua dapat mengenali dan memenuhi bahasa cinta utama ini, dan tentunya juga yang lain sebagai penyerta, maka tangki cinta emosional anak akan selalu terpenuhi dan ia akan tumbuh menjadi anak yang merasa dirinya dicintai dan dihargai, sehingga iapun dapat mencintai dan menghargai orang lain di sekitarnya. Anak ini akan mempunyai konsep diri yang positif dan mampu mengembangkan diri secara optimal, serta menjalin relasi yang sehat dengan orang lain. Selamat mencintai anak Anda.

1 Chapman, G., Campbell, R. The 5 Love Languages of Children (Lima Bahasa Kasih untuk Anak-anak). Interaksara (Kelompok KARISMA Publishing).

Baca Juga Article Lainnya

“Hayo Kita Sekolah”: Sudah Siapkah Anak Anda Bersekolah Tatap Muka?

Lia Sutisna Latif, M.Psi., Psikolog.

Are We Ready?: Terapkan Enam Strategi Ini Untuk Dukung Kesiapan Si Kecil Kembali Ke Sekolah

Grace Eugenia Sameve, M.A, M.Psi, Psikolog

“Berhenti Menangis! Atau Mama Tinggalkan Kamu!” : Apakah Cara Kita Sudah Tepat Untuk Mengatasi Amarah Si Anak?

Lia Sutisna Latif, M.Psi.,Psikolog

23 Komentar

Mercury Meii

Sebagai Orang Tua Terkadang Tidaklah Sempurna. Namun Anakku Kasih Sayang Mama Tiada Terkira Untukmu Tanpa Harus Diuntai Dengan Kata Kata. Dengan Menemanimu Di Setiap Langkah Perjalanan Kehidupan Menjadi Moment Berharga Yang Mama Curahkan Untukmu Anakku. Terima Kasih Atas Artikelnya Dengan Tema " Mencintai Anak Dengan Bahasa Cinta ". Mengingatkan Saya Sebagai Orang Tua Yang Terkadang Terlupa, Dimana Melakukan Hal Sederhana Yaitu Sebuah Moment Kebersamaan.

Aninah Malqueen

Artikel Nya Luar Biasa...sangat Menginspirasi Dan Bermanfaat..terimakasih

Adinda Xhima Harahap

Masya Allah Artikelnya Cantik Banget Ini. Bahasa Cinta Saya Kepada Anak Saya Yaitu Sentuhan ( Suka Cium ) Abis Pipinya Tembem Gemes Terus Jadinya

Mesi Agustina

Betul Sekali,.setelah Membaca Artikelnya,saya Menyadari Bahwa Selama Ini Saya Termasuk Orangtua Yang Terlalu Banyak Bicara Untuk Mengatur Kehidupan Si Kecil,tapi Terkadang Ternyata Bahasa Cinta Lebih Bermakna Daripada Banyak Bicara. Saya Harus Lebih Banyak Belajar Menjadi Ibu Yang Lebih Baik Lagi Untuk Anak Saya. Terima Kasih Banyak Atas Artikelnya🤗

Nevia

Dan Memang Bahasa Cinta Adalah Satu2nya Cara Kita Mengapresiasi Sikecil ..artikelnya Baguus Sekali

Wuland'e Bahrend

Artikelnya Sangat Bermanfaat Sekali. Saya Sebagai Seorang Ibu, Bisa Mengambil Banyak Ilmu Dari Artikel Ini. Jadi Sadar, Bahwa Selama Ini Waktu Berkualitas Bersama Anak2 Sangat Kurang....

Uning Ajalah

Bgus Bnget Tema Dan Topiknya Kali Ini... Pas Banget Untuk Di Terapkan Ke Anak .. TriMakasih Ilmunya Sangat Bagus Dan Bermanfaat Sekali ...

Uning Ajalah

Bgus Bnget Tema Dan Topiknya Kali Ini... Pas Banget Untuk Di Terapkan Ke Anak .. TriMakasih Ilmunya Sangat Bagus Dan Bermanfaat Sekali ...

Epi Aprianti

Temanya Menyentuh,langsung Menusuk Hati,aku Jadi Ngerti Kenapa Anakku Suka Protes Yang Paling Besar Kenapa Aku Sering Marah,merasa Ga Disayang,padahal Karena Rasa Lelah Ngurus Kedua Adiknya,maafkan Ibu Nak,dari Lubuk Hati Yang Terdalam,ibu Sangat Terluka Setelah Memarahimu

Anis Khoirunniswa

Wah Sangat Bermanfaat Artikelnya Semoga Bisa Diterapkan Agar Dapat Lebih Mencintai Anak Dengan Bahasa Cinta

Erna Yunita

Ternyata Banyak Bangettt Ya Cara Mencintai Anak Dengan Bahasa Cinta, Makasih Banget Arikelnya, Sangat Bermanfaat Sekali Bagi Seoraang Ibu

Vera Yulizar

Terima Kasih Momz Artikel Nya Sangat Bermanfaat Untuk Kami Para Moms ,bagaimana Cara Kita Untuk Mendidik Dan Menyayangi Anak Dengan Bahasa Bahasa Yg Lembut Dengan Bahasa Bahasa Yg Mudah Untuk Mendekatkan Hati Kita Pada Anak Anak

Dwi Noveria

Artikelnya Sangat Menarik, Bermanfaat Dan Semakin Menambah Wawasan Dan Ilmu Untuk Menjadi Ibu Yang Terbaik Buat Anak-anak. Aamiin

Andina Rexa Feradila

Bahasa Cinta Memang Sangat Dibutuhkan Dalam Kehidupan Sehari-hari, Apalagi Ketika Dengan Anak-anak Kita

Tutty Ropadi

Artikel Yg Sangat Bagus Slalu Menginsirasi, Bnyak Ilmu Yg Aku Dpt Dusini

Sinda Juliantie

Wah Saangat Bermanfaat, Terimakasih Bu Untuk Ilmu Nya🥰🤗

Sinda Juliantie

Dari Awal Banyak Yang Tidak Tahu, Akhirnya Dengan Baca Artikel Ini Jadi Lebih Mengerti Banyal Ilmu Dan Pelajaran Yang Di Dapat.. MasyaAllah❤❤❤

Dwi Jayanti

Terimaksih Ibu Amanda, Artikelnya Sangat Bermanfaat. Dan Memang Tidak Menampik Kenyataan Aku Masih Saja Kadang Memberinya Hadiah Asalkan Anakku Mau Nurut Dll. Ya Walau Bagaimanapun Seorang Ibu Pasti Menyanyangi Anaknya Dengan Cara Yg Unik. Apapun Itu Aku Berusaha Menyanyangi Anakku Sepenuh Hatiku.

Oky Indriyani

Terimakasih Atas Informasinya. Sangat Bermanfaat Bagi Saya Untuk Kedepan Lebih Memperhatikan Ai Kecil Dengan Cinta. Mungkin Selqma Ini Arti Cinta Ibu Yg Berlebih, Menyebabkan Ketakuatan Yg Membuat Si Kecil Merasa Tidak Nyaman. Bahkan Menganggap Cinta Ibu Itu Suatu Kekangan.

Elpira Jessica

Wahhh Ternyata Bahasa Cinta Itu Ad Ragam Caranya. Terimakasih Artikelnya Akan Sy Aplikasikan Bersama Anak2.

Wiwi Winda Sari

Trimakasih Ibu Amanda Artikelnya Sangat Bermanfaat Untuk Kami Para Mommy 🥰🥰

Andriani

Luar Biasa Sekali Informasinya. Sangat Berguna Bagi Saya Yang Mempunyai Dua Anak. Yang Kadang Kurang Memperhatikan Hal-hal Seperti Yang Dipaparkan Di Atas. Dengan Membaca Informasi Tersebut Saya Semakin Giat Belajar Untuk Semakin Mencintai Anak-anak Saya Dengan Berbagai Bahasa Cinta

Shinta Chasanah

Terimakasih Artikel Ini Sangat Bermanfaat. Dengan Artikel Ini, Menambah Wawasan Saya Yg Jd Ibu Baru Untuk Anak Pertama. Cinta Orangtua Pd Anaknya.