“Berhenti Menangis! Atau Mama Tinggalkan Kamu!” : Apakah Cara Kita Sudah Tepat Untuk Mengatasi Amarah Si Anak?

Twitter
Lia Sutisna Latif, M.Psi.,Psikolog
12 October 2021

Pernahkah Anda mengalami dan melihat anak berteriak dan marah ketika mainan kesukaannya tidak dibelikan? Atau Anda pernah menghadapi anak yang sulit untuk diajak berkompromi saat anak menolak makanan yang sudah Anda masak? Sepanjang hidup anak, orang tua pasti akan banyak menghadapi kejadian-kejadian yang menyenangkan atau bahkan kejadian yang tidak diharapkan sama sekali. Ada saatnya anak menurut dan bersedia melakukan sesuatu sesuai dengan harapan dan keingingan Anda sebagai orangtua. Orang tua selalu mendambakan keadaan di rumah, di sekolah atau di tempat umum dengan anak berjalan dengan mulus, namun bagaimana jika orang tua harus menghadapi sebaliknya, anak menjadi cepat marah ketika keinginannya tidak terpenuhi. Orang tua kerap dilanda kepanikan, kekesalan, ketakutan atau bahkan kemarahan di saat yang sama ketika anak sulit menjadi tenang.

Salah satu kendala orang tua dalam perjalanan pengasuhannya adalah menghadapi kemarahan anak, terlebih jika kemarahan yang disertai dengan amukan atau perilaku agresif lainnya (seperti memukul, atau melempar barang). Sebelum kita mempelajari strategi mana yang tepat dilakukan untuk meredakan kemarahan pada anak, kita perlu memahami bahwa marah merupakan bentuk emosi yang dialami oleh semua manusia.

Marah merupakan perasaan yang kurang nyaman yang diakibatkan oleh adanya luka, kekerasan, atau pertentangan dan biasanya dijadikan sebagai reaksi melawan apa yang menjadi ketidaksetujuan individu tersebut (Webster’s New World Dictionary dalam Jacobelli dan Ann Watson, 2009).

Marah bukanlah sebagai tanda emosi yang tidak stabil, justru marah merupakan emosi natural yang dapat saja dialami oleh siapa saja, dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Marah sama halnya dengan emosi lainnya, seperti rasa cinta (love), rasa bersalah (guilt), sedih, cemas atau emosi lainnya. Semua jenis emosi biasanya disertai dengan reaksi fisik,seperti mata memerah ketika sedang marah.

Anak perlu belajar untuk mengidentifikasi, memproses dan mengekspresikan kemarahan. Jika anak memiliki kesulitan yang berulang dalam mengatasi amarahnya, dikhawatirkan akan muncul gangguan pada kesehatan mentalnya (mental health disorder). Orang tua juga perlu membantu anak dalam berkembang, belajar dan berelasi dengan sesamanya dengan cara yang sehat (Jacobelli & Ann Watson, 2009).

Menurut Golden (2003), anak dan remaja yang memiliki kesulitan dalam mengatasi kemarahannya, mereka memiliki peluang menjadi pelaku bullying, anak dengan akademik yang buruk, menyalahgunakan dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau zat adiktif lain, mengalami isolasi, sering bolos, bergabung dengan kelompok / genk yang melakukan tindakan merusak,atau bahkan dapat berakibat munculnya perilaku bunuh diri.

Bagaimana orang tua mengetahui batasan amarah si anak? Hal ini dapat terlihat dari variasi intensitas dan durasi kemarahan si anak, yakni berapa lama anak menunjukkan kemarahannya. Dilihat dari variasi intensitasnya, kemarahan dapat bervariasi dari intensitas ringan (mild) yang dapat membuat orang tua atau orang lain menjadi terganggu dengan kemarahan si anak hingga level sangat kuat di mana pada tahap ini si anak menunjukkan kemarahan yang disertai dengan amukan dan perilaku agresif (seperti menendang, memukul, atau melempar barang).

Anak-anak biasanya mengalami kemarahan pada rentang yang sama untuk setiap fase perkembangannya dengan anak-anak seusianya. Misalnya anak menjadi marah karena tidak dibelikan mainan oleh orangtuanya. Marah dapat pula menjadi respons singkat anak terhadap situasi atau kejadian yang sedang dihadapi oleh anak.

Sebelum orang tua mengambil strategi untuk meredakan kemarahan anak, orang tua perlu memahami apa saja yang menjadi penyebab anak menjadi marah. Dengan demikian, orang tua dapat menjadi peka untuk mengambil tindakan sebelum kemarahan anak muncul. Menurut Morin (2021), orang tua perlu mengenal dan memahami penyebab kemarahan si anak sehingga orang tua mampu mengambil langkah yang sesuai dalam mengatasi kemarahan si anak.

Kemarahan anak dapat beragam penyebabnya, seperti adanya konflik yang tidak pernah terselesaikan, pengalaman trauma, atau adanya rasa duka/luka (contohnya perceraian kedua orang tua atau kehilangan salah satu orang yang disayangi oleh anak), atau adanya pengalaman yang tidak menyenangkan, misalnya menjadi korban bullying.

Morin (2021) memberikan gambaran mengenai bagaimana mengenali anak yang
membutuhkan bantuan ketika si anak sedang marah, yakni:

anak sulit memiliki hubungan.
Hubungan yang dimaksudkan bukan hanya hubungan pertemanan, namun juga termasuk hubungan persaudaraan (contohnya hubungan anak dengan kakak atau adiknya). Orang tua perlu waspada jika anak suka memukul atau bertindak kasar kepada adik atau kakaknya. Ini menunjukkan orang tua perlu memperbaiki hubungan anak dengan saudaranya.

Kenali hal-hal yang mengganggu di dalam rumah.
Orang tua perlu mengamati situasi dan kondisi dalam rumah, misalnya mengamati anak yang pemarah dan kerap meluapkan kemarahannya hampir tiap hari. Untuk itu orang tua perlu menyelesaikan permasalahan ini sehingga tidak berkepanjangan di masa yang akan datang, seperti anak menjadi mudah marah kepada semua orang dan sulit berteman dengan anak seusianya.

Amati perilaku agresif pada anak.
Misalnya si anak suka merebut mainan milik adiknya, memperlakukan adiknya dengan kasar, atau berteriak memarahi kakaknya. Ini menunjukkan orang tua perlu membantu dan mengarahkan kemarahan anak melalui perilaku yang lebih positif, misalnya diajak bermain basket atau bermain bola.

Kenali kematangan perilaku anak.
Anak berperilaku sesuai dengan taraf usia perkembangannya, misalnya jika anak Anda berusia 6 tahun, maka anak selayaknya berperilaku seperti anak-anak berusia 6 tahun lainnya. Namun jika anak malah berperilaku seperti anak usia 3 tahun, maka orang tua perlu membantu anak dalam berperilaku yang sesuai dengan usia perkembangan anak Anda.

Seringnya muncul rasa frustrasi pada anak.
Anak menjadi cepat frustrasi dan putus asa ketika masalah yang dihadapinya tidak kunjung mendapatkan solusi, sehingga memunculkan amarah pada anak. Orang tua perlu membantu anak dalam mengembangkan kemampuan anak bertoleransi terhadap masalah yang dihadapi. Misalnya anak menjadi marah ketika batal pergi berakhir pekan di luar kota dikarenakan adiknya sakit. Orang tua perlu memberikan pengertian kepada anak bahwa orang tua juga merasa sedih karena rencana berlibur batal, namun ada yang lebih penting
yakni membawa adiknya ke dokter supaya lekas sembuh. Jika adik cepat sembuh dari penyakitnya, maka si anak dapat liburan bersama.

Cara meredakan amarah pada anak
Kunci awal penanganan terhadap penyelesaian isu kemarahan pada anak adalah dibutuhkan hubungan (koneksi) yang kuat antara orang tua dan anak. Kekuatan hubungan orang tua dan anak memiliki peran dan pengaruh yang kuat bagi anak dalam mengatasi ketegangan (tense), konflik dan kemarahannya.

Hubungan yang saling menguatkan.
Hubungan orang tua dan anak-anaknya perlu dibina sejak anak sedini mungkin, bahkan sebelum anak mulai memahami tentang marah. Hubungan orang tua dengan anak adalah hubungan yang saling menguatkan dan mendukung satu sama lain, terutama dukungan emosional, misalnya saling memberikan pujian, semangat, dan siap mendengarkan permasalahan si anak sekecil apapun. Hubungan antar anak juga perlu dikuatkan misalnya hubungan antara adik dan kakak.

Empati.
Tumbuhkan empati pada anak sedini mungkin. Empati merujuk pada bagaimana anak mampu memahami perasaan dan pemikiran anak lain atau orang lain.

Dengar keluhan Anak.
Mendengarkan keluhan anak tanpa memberikan komentar secara terburu-buru menunjukkan bahwa Anda sebagai orang tua memahami apa yang sebenarnya dialami oleh anak. Orang tua juga perlu merasakan beban yang dialami si anak, sehingga orang tua dapat membantu permasalahan si Anak.

Toleransi.
Saat orang tua dan anak bersama-sama belajar berempati, maka secara tidak langsung baik orang tua dan anak mengembangkan toleransi satu sama lain. Jadi kemarahan bukan lagi dianggap sebagai perilaku yang dilarang dalam keluarga. Orang tua menjadi semakin paham apa saja yang membuat anak mudah menjadi marah dan juga cepat mencari solusinya.

Genuine connection
Hubungan sejati antara orang tua dan anak (genuine connection) mampu membuat anak belajar bahwa segala perasaan, pemikiran, emosi, dan perilakunya dihargai oleh orang
tuanya dan justru memiliki arti yang mendalam. Misalnya orang tua meminta anak untuk menunggu mereka pulang kerja karena mereka mau mendengarkan cerita seru si anak selama di sekolah. Ini menunjukkan bahwa perasaan dan perilakunya dipahami orang tua dan anak merasakan bahwa kehidupannya sangat berarti di mata orang tuanya. Jika hal ini tidak dilakukan oleh orang tua, anak akan merasa hatinya terluka, anak merasa tidak nyaman dengan dirinya dan lingkungannya (insecure), timbul rasa kecewa yang mendalam atau bahkan dapat memicu anak melakukan tindak kekerasan.

Tidak segera memberhentikan amarah pada anak.
Ketika anak sedang marah, alangkah lebih baik tidak secepatnya meminta anak untuk memberhentikan amarahnya, atau bahkan membiarkan/meninggalkannya. Langkah yang harus dilakukan oleh orang tua adalah berusaha menenangkan si anak dan berusaha mendengarkan apa yang membuat anak menjadi marah. Tidak jarang pula orang tua juga terpancing menjadi marah ketika anak marah, terlebih jika ini terjadi di tempat umum. Ini berarti orang tua perlu menenangkan diri Anda sendiri sebelum Anda berusaha menenangkan anak Anda. Orang tua perlu melihat dan memahami bahwa anak juga memiliki perasaan yang ingin dipahami oleh orang dewasa. Anak juga masih membutuhkan bantuan untuk mengatasi kesulitannya mengkomunikasikan perasaannya dengan tepat.

Referensi

Golden, B. (2003). Healthy Anger: How to help children and teens manage their anger. NY: Oxford University.

Jacobelli, F., & Ann Watson, L. (2009). Smart Help for Good ‘n’ Angry Kids: Teaching children to manage anger. UK: John Willey & Sons.

Morin, A. (2021). 5 signs your child needs help managing angry. From: http://www.verywellfamily.com//

Baca Juga Article Lainnya

Mencintai Anak Dengan Bahasa Cinta

Amanda Margia Wiranata, S.Psi., M.Si., Psikolog

“Forever Friends Or Foes?”: Dorong Hubungan Harmonis Antara Kakak Beradik Dengan 6 Cara Ini!

Grace Eugenia Sameve, M.A, M.Psi, Psikolog

Ceritaku Dan Mama, Menyatukan Kami

Amanda Margia Wiranata, S.Psi., M.Si., Psikolog

55 Komentar

Erna Yunita

Artikelnya Sangat Bermanfaat Sekali, Terimakasih

ARina W

Trima Kasih Tips Nya

Shuna Legowo

Artikel Nya Bermanfaat 😍😍😍

Upi Upi

Terimakasih Ilmunya.. Baru Tadi Pagi,saya Marah Ke Anak Karena Makannya Di Emut Terus,habis Itu Nyesel Banget Udah Ngebentak Sampe Nangis, Solusinya Dong Dok?supaya Anak Makannya Ga Di Emut Terus,udah Ganti" Menu Juga Masih Aja Di Emut,jadinya Kalo Makan Pasti Habisnya Berjam".

Nur Asiyah Asiyah

Sangat Bermanfaat Sekali ♥️ Terutama Untuk Saya , Usia Anak 11 Bulan , Terimakasih Informasinya Semoga Saya Bisa Jadi Ibu Yang Baik Untuk Anak Saya ♥️

Sinda Juliantie

Sangat Bermanfaat.. Terimakasih Sharing Dan Informasi Nya, Pengetahuanku Jadi Bertambah Tentang Bagaimana Cara Meredam Amarah Anak. Ternyata Masih Banyak Hal Yang Jarang Dilakukan Seperti Artikel Di Atas Ketika Anak Sedang Marah.. Dan Sekarang Pasti Akan Lebih Baik Lagi Menanggapi Nya Setelah Membaca Artiel Nya Sangat Bermanfaat Tentunya Terimakasih LOTTE Choco Pie ❤

Briona Almahyra Shanum

Bermanfaat Sekali Artikelnya Untuk Ibu Muda Seperti Saya. Benar2 Ilmu Parenting Yang Sangat Berguna❤ Biasanya Saya Saat Anak Marah Lebih Memilih Menenangkannya Bukan Mengalihkannya Pd Hal Lain Agar Si Anak Belajar Mengatur Emosinya, Di Biasakan Agar Saat Besar Nanti Si Tidak Suka Lari Dari Masalah. Saat Anak Marah Saya Juga Tidak Suka Mengancam Anak Karena Akan Membuat Ia Menjadi Penakut Dan Tidak Percaya Diri.

Elpira Jessica

Sangat Bermanfaat Dan Terperinci Sekali. Terimakasih Lotte Chocopie Selalu Menghadirkan Artikel Yg Bermanfaat ❤

Vicky Ellyanny

Artikelnya Sangat Bermanfaat Sekali. Saya Mempunyai Anak Usia 3th Dan Bayi 2 Bulan.. Akhir2 Ini Kakaknya Suka Jail Kpd Adeknya Entah Itu Menutup Mulut Adeknya Pake Tangan Atau Menumpuk Bantal Ke Adeknya. Suka Khawatir Kalau Aku Tinggal . Tapi Kakaknya Juga Kdang Baik Kalau Ditimggal Sndiri Dia Jagain Tapi Kalau Ada Saya Dia Sengaja Suka Jail Ke Adeknya.. Itu Bagaimana Ya Bun?

Nur Cholifah

Sangat Bermanfaat Sekali. Memang Setiap Anak Berbeda Beda Karakter. Watak Dan Sifatnya. Kita Sebagai Orang Tua Kdang Juga Merasa Marah Ketika Anak Mengalami Tantrum Rasa Jengkal Itu Datang Dengan Sendirinya. Tapi Kita Sebagai Orang Tua Berusaha Untuk Menahan Amarah Agar Anak Tidak Terganggu Mentalnya.

Nila Andrika

Artikel Ini Sangat Membantu Saya Dalam Mengatasi Anak Saat Marah, Sya Memiliki 3 Org Anak, Yg Pertama Usia 5tn Yg Kedua 3tn Dan Yg Ketiga 1tn. Sangat Sulit Bagi Saya Dalam Menghadapi Anak2 Ketika Semuanya Marah Di Wktu Yg Bersamaan, Tk Jarang Pula Saya Malah Ikutan Marah Sama Mereka, Dan Ini Hal Yg Sangat Bodoh Yg Saya Lakukan.

Lesta Thata

Alhamdulillah Artikel Ini Sangat Membantu Saya Untuk Belajar Menagatasi Ketika Anak Marah, Karna Saya Baru Mempunyai Anak 1 Dan Msh Berusia 5 Bulan Jd Artikel Ini Sangat Membantu Saya Untuk Belajar Memahami Amarah Anak

Dwi Noveria

Amarah Adalah Emosi Yang Manusiawi Yang Sanhat Wajar Dimiliki Setiap Anak Sebagai Orang Tua Kita Harus Tahu Bagaimana Cara Meredahkan Amarah Anak. Alhamdulillah Artikel Ini Sangat Membantu Kami Para Ibu Untuk Membantu Anak Mengatasi Rasa Amarahnya. Terima Kasih

Nur Namaku Nur

Ya Allah Seremm Amat Ancaman Mama Itu, Hati2 Mom Kata Ancaman Itu Membuat Sikecil Jadi Lemah Dan Penakut. Sebaiknya Pilih Kata Yang Halus Meskipun Intinya Memaksa.

Aninah Malqueen

Terimakasih Untuk Ilmu Parenting Yang Diberikan. Jadi Lebih Mengetahui Konsep Menangani Emosi Si Anak.

Qulsum Pusvitasari

Terimakasih Untuk Artikelnya Sangat Mengedukasi Dan Bermanfaat Sekali Untuk Saya. Dan Sebagai Motivasi Bagi Saya Sebagai Orang Tua Untuk Lebih Bijak Lagi Kedepanya Untuk Mengatasi Dan Mengendalikan Amarah Anak.😊🙏

Dwi Jayanti

Artikel Yg Sangat Bermanfaat Sekali. Aku Jadi Tambah Ilmu Dan Lebih Paham Bagaimana Tips Menangani Anak Ketika Dia Sedang Emosi. Terimakasih Dok..

Audy Sabina

Yup Betul Banget.. Mengahdapi Emosi Anak Yang Tidak Stabil Memang Tidak Mudah. Kita Harus Menjadi Orang Tua Yang Sabar Dan Harus Bisa Menahan Amarah. Peluklah Anak Saat Dia Sedang Menangis☺️

Anna Fathonah

Terima Kasih Untuk Artikelnya, Sangat Memgedukasi Sekali Untuk Sy Yang New Moms..bisa Untuk Menambah Wawasan Kedepan, Sering2 Ya Min??trmksh

Syarifah Chaeruman

Marah, Seperti Halnya Ekspresi Emosi Yang Lain, Adalah Hal Yang Wajar Setiap Orang Pasti Pernah Marah, Tidak Tergantung Berapa Usianya, Pada Anak Marah Akan Cepat Tersulut Jika Dalam Keadaan Lapar, Lelah, Bosan Dan Tidak Sehat , Mengapa Anak Marah ? Biasanya Mereka Akan Marah Jika Mengalami Gerakan Yang Dibatasi, Di Beri Beban Yang Berat, Dijauhkan Dari Yang Mereka Sukai Dan Pemaksaan Terhadap Aturan Tertentu .

Syarifah Chaeruman

Alhamdulillah Terimakasih Atas Sharringnya Menjadikan Inspirasi Yang Memotivasi Saya Dalam Mendidik Anak2 Dirumah Dengan Berbagai Macam Karakter 🤗😊

Siti Holilah

Terima Kasih Untuk Artikelnya.. Sangat Membatu Saya Dalam Menghadapi Anak Yang Mudah Marah.

ERNA YANTI

Terimakasih Banyak Atas Informasinya, Setelah Membaca Artikel Ini Saya Jadi Lebih Bisa Mengontrol Emosi Anak Ketika Ia Sedang Marah.

Ny Nia KunKun

Alhamdulilah Terimakasih Tipsnya Mom Lia. Sangat Bermanfaat Sekali 🙏

Wike Syahrin Panggabean

MasyaAlloh Terimakasih Atas Artikelnya Moms Lia Sutisna Latif, M.Psi., Psikolog, Sangat Menginspirasi Saya Dalam Menghadapi Emosi Anak Yang Sedang Tumbuh Dan Berkembang 🙏❤️

Elli Dianna

Alhamdulillah, Artikelnya Menambah Ilmu Dalam Dunia Parenting, Terimakasih 😊🙏

Suparno Arno

Terima Kasih Informasinya

Istia Budiarti

Trimakasih Artikelnya, Sangat Bagus Dan Bermanfaat. Karena Sering Kali Terjadi Antara Aku Dan Anak2

Aksara Langit

Keren Banget Artikelnya

Ratna Ningsih

Terimaksih Artikelnya.. Sangat Bermanfaat Menjadi Referensi Dalam Menangani Kmarahan Si Kecil Di Rumah..

Ratna Ningsih

Artikel Yg Keren Dan Bermanfaat Terutama Untuk Ibu2 Muda Yg Masih Banyak Harus Belajar Dalam Pengasuhan Dan Mendidik Anak

Tati Sutarti

Senang Sekali Membaca Artikel2 Lotte Choco Pie Ini, Selalu Keren Dan Sangat Bermanfaat

Ve Hle

Terimakasih Momz Artikel Ini Sangat Bermanfaat Dan Memberi Solusi Untuk Para Momz Bagaimnaa Cara Mengendalikan Dan Mengatasi Amarah Anak ,dan Mengatasi Ngambek Nya Anak

Zunita Nur Cahyani

Terimakasih Untuk Artikel Yang Bagus Ini. Banyak Informasi Penting Yang Saya Dapat Berkaitan Menghadapi Anak Yg Tantrum Dan Marah. Semoga Bisa Menerapkannya Di Kehidupan Sehari-hari. Tips Yang Sangat Bermanfaat ❤️

Uning Ajalah

TriMakasih Bu Lia.. Artikelnya Keren Bagus Dan Sangat Bermanfaat Sekali

Devi Adinata

Terimakasih..artikelnya Sangat Membantu Dan Bermanfaat Bagi Saya Ibu Yang Baru Memiliki Seorang Anak.Karena Anak Saya Juga Ketika Keinginannya Tidak Dituruti Akan Nangis Dan Mukul2 Saya Atau Orang Didekatnya.Berkat Artikel Ini Saya Tau Bsgsimana Harus Menghadapi Anak Saya Ketika Marah

Aprillia Susan

Terima Kasih Mama Ilmunya Sangat Bermanfaat Untuk Sayang Yg Baru Mempunyai Anak 1 ,blm Banyak Pengalaman Tentang Anak Disini Saya Sangat" Belajar Bagaimana Caranya Mengatasi Anak Yg Sedang Marah Tanpa Harus Saya Sebagai Seorang Ibu Ikut Marah" Karena Keadaan Anaknyg Sedng Emosi

Anggit Alfrida

Setuju Banget Kadang Emang Kita Sebagai Orangtua Harus Lebih Belajar Lagi Agar Bisa Lebih Mengerti Karakteristik Dan Perasaan Anak.Belum Tentu Apa Yang Baik Menurut Kita Adalah Apa Yang Membuat Anak Bahagia.Belajar Menanyakan Dan Mendengarkan Opini Anak.

Anggit Alfrida

Setuju Banget Kadang Emang Kita Sebagai Orangtua Harus Lebih Belajar Lagi Agar Bisa Lebih Mengerti Karakteristik Dan Perasaan Anak.Belum Tentu Apa Yang Baik Menurut Kita Adalah Apa Yang Membuat Anak Bahagia.Belajar Menanyakan Dan Mendengarkan Opini Anak.

Dina Putriya

Terimakasih,,artikel Ini Sangat Membantu Sekali Buat Saya Yang Memiliki 2 Anak Lakilaki Yang Masih Usia Anak Anak, Seringkali Mereka Bertengkar Memperebutkan Sesuatu Sehingga Membuat Sang Adik Marah Dan Menangis.dengan Membaca Artikel Ini Saya Jadi Lebih Tau Bagaimana Cara Mengatasinya.

Dewi Mustika

Terima Kasih Untuk Artikel Yang Bermanfaat Ini,, Semoga Bisa Membantu Saya Untuk Terus Mendidik Anak Menjadi Anak Yang Penyabar,, Penyang Dan Peduli Terhadap Sesama.

Ella Balweel

Terimkasih Bu Lia Artikel Ini Sangat Bermanfaat. Semoga Kita Semua Selalu Diberi Kesabaran Yg Luas Dalam Mengasuh Buah Hati Tercinta. Aaamiin

Asih Dwi Robiash

Terima Kasih Sekali, Artikel Nya Sangat Bermanfaat

Shuna Legowo

Terimakasih Untuk Artikel Ini Benar2 Sangat Bermanfaat Semoga Sebagai Orang Tua Kita Lebih Bijak , Sabar Dan Memahami Sifat Ataupun Karakter Si Anak..❤️❤️

Shuna Legowo

Terimakasih Untuk Artikel Ini Benar2 Sangat Bermanfaat Semoga Sebagai Orang Tua Kita Lebih Bijak , Sabar Dan Memahami Sifat Ataupun Karakter Si Anak..❤️❤️

Aluna Ghufron

MashaAllah Sangat Bermanfaat, Saya Masih Suka Ikut Emosi Saat Anak Lagi Marah Dsn Menangis, Bismillah Selalu Belajar Untuk Bisa Jadi Orang Tua Yanh Lebh Baik Lagi Dalam Mengasuh Dan Membimbing Anakku.

Elsa Rossalina

Anis Khoirunniswa

Wahhh,,,artikel Sangat Bermanfaat Dalam Menghadapi Kemarahan Anak . Semoga Kita Semua Dapat Menjadi Orang Tua Yang Selalu Bisa Sabar Dalam Menghadapi Kemarahan Anak, Karena Kesabaran Sangat Di Perlukan .

Elsa Rossalina

Alhamdulillah Bermanfaat Sekali Untuk Aku Artikelnya, Sebagai Ibu Muda Yang Baru Punya Anak Usia 4th, Sering Sekali Kadang Merasa Kebingungan Menghadapi Anak Yang Moodnya Naik Turun Ketika Di Sekolah. Setelah Membaca Artikel Diatas, Alhamdulillah Semakin Menambah Ilmu Untukku Dalam Mengelola Emosi Anak Dan Tau Cara Tepat Menghadapinya. Bismillah..selalu Semangat Untuk Bunda-bunda Khususnya Aku Dan Terimakasih Chocopie 🥰

Titin Sofia

Terima Kasih Artikelnya Sangat Bagus Dan Bermanfaat..

Ella Balweel

Terimakasih Banyak Saya Ucapkam Kepada Ibu Lia Sutisna Latif, M. Psi. Atas Artikel Ini Yang Sangat Bermanfaat Dan Membantu Sekali Dalam Hal Mengatasi Emosi Anak Secara Tepat. Semoga Sukses Dan Sehat Selalu Ibu.

Erna Yunita

Artikelnya Sangat Bermanfaat Sekali, Menambah Pengetahuan Saya, Makasih Bu Lia Sutisna & Lotte Chocopie

Wiwik Mardiyanti

Artikelnya Bagus Sekali, Jadi Tahu Tentang Cara Menyikapi Dan Meredakan Emosi Anak,jadi Banyak Belajar,belajar Banyak Soal Parenting😍

Istiari Istiari

Terimakasih Ibu Artikelnya Bermanfaat Sekali Buat Saya Sebagai Ibu Muda Yg Mulai Belajar Mnjdi Orang Tua Yg Baik Buat Anak

Winda Irmayanti

Mengubah Kebiasaan Anak Yang Suka Marah-marah Bukanlah Sesuatu Yang Mustahil. Kunci Utamanya Adalah Kesabaran Dan Kasih Sayang :) Terimakasih Untuk Artikel Yang Bermanfaat Ini. Semoga Kita Bisa Menjadi Orang Tua Yang Baik Dan Bisa Menjadi Panutan Buat Anak-anak Kita. ^^