Main Yuk! Menghadapi Kejenuhan Saat #liburandirumahaja

Twitter
Amanda Margia Wiranata, S.Psi., M.Si., Psikolog
06 June 2021

Pandemi COVID-19 sudah lebih dari setahun hadir di Indonesia. Berbagaicara sudah dilakukan pemerintah untuk mengendalikan jumlah pasien terinfeksi COVID-19, antara lain menggalakkan gerakan masyarakat 5M untuk menjagaprotokol kesehatan (5 M: Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak,Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas); menjalankan 3T (Testing, Tracing,Treatment); memberikan vaksinasi pada berbagai kalangan, hingga yang terakhir mengeluarkan larangan mudik1 saat libur Lebaran 18-24 Mei 2021. Meskipun dilarang, jumlah pemudik yang tercatat melebihi 1,5 juta orang pada Lebaran tahun ini2, menyebabkan peningkatan kasus pasien COVID-19 dan berpotensi terus bertambah setelah liburan berakhir3. Untuk mencegah kondisiini menjadi semakin buruk, menjelang liburan kenaikan kelas, kita diharapkan masih menahan diri untuk tidak berpergian, mengunjungi tempat wisata yangramai dan sulit menjaga jarak aman, atau dengan kata lain #liburandirumahaja.

Pada awal pandemi, Moh. Abdul Hakim, PhD.4 (Wiranata dan Widjajanto,2020) melakukan penelitian terhadap 1319 responden tentang masalah psikologis pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa salah satu penyebab stres yang terjadi adalah karena pembatasan sosial. Berada dalam kondisi terisolasi dari lingkungan sosial dapat menimbulkan kejenuhan dan distress, terlebih ketika tidak memiliki kegiatan diliburan panjang. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kelompok yang rentan mengalami distress adalah kelompok usia muda (makin mudah usianya makin rentan distress), kelompok tidak bekerja, kelompok yang memiliki dimensi kepribadian ekstrover dan emosi tidak stabil.

Mengantisipasi liburan kenaikan kelas selama sekitar 3-4 minggu, orangtua perlu melakukan persiapan secara matang untuk menghindari kejenuhan anak dirumah. Dengan membiarkan anak mengisi waktu luangnya semaunya akan terlihat efektif di awal, tetapi dapat berakhir bencana pada akhirnya nanti.Semasa liburan biasanya jadwal rutin berubah, anak bangun lebih siang, makan tidak teratur, tidurpun lebih malam. Hal ini akan menjadi masalah pada kesehatan anak, karena jam biologisnya berubah (pola makan dan tidur berubah). Perubahan ini juga membuat anak lebih malas, cenderung melanggar aturan atau tidak kooperatif terhadap perintah, dan lebih rewel.

Untuk menghindari terjadinya kejenuhan dan kekacauan saat #liburandirumahaja, orangtua dapat melakukan beberapa tips berikut ini:

  1. Tetap lakukan rutinitas seperti biasa

    Walaupun hari libur, rutinitas tetap penting dilakukan seperti biasa,karena otak kita akan dapat bekerja lebih efektif bila dalam kondisi teratur. Tetaplah bangun, makan, tidur di waktu yang biasanya. Apabila ada pergeseran, sebaiknya tidak lebih dari 2 jam agar jam biologis tubuh tetap terjaga. Bayangkan bila biasanya di hari sekolah, anak bangun jam 6.00 pagi, lalu saat libur berubah menjadi jam 10.00, maka jam sarapan dan makan berikutnya akan bergeser. Begitupun jam tidurnya menjadi semakin malam. Semakin malam tidurnya, bangunnya akan semakin siang, begitu seterusnya. Tubuh yang terbiasa makan di jam tertentu juga akan terganggu, hingga bisa jadi menimbulkan masalah kesehatan akibat terlambat makan. Demikian pula dengan kualitas tidur yang terganggu. Dengan menjaga rutinitas seperti biasa, ketika anak harus kembali bersekolah, anak tidak akan mengalami kesulitan bangun dipagi harinya.

  2. Jalankan aturan seperti biasa

    Aturan penting diterapkan secara konsisten, baik hari sekolah maupun saat libur. Misalkan makan di meja makan; saat makan tidak sambil menonton atau bermain game; bicara dengan sopan; membereskan mainan setelah bermain, durasi main game elektronik maksimal 1 jam dalam sehari; dsb. Berkaitan dengan rutinitas, apabila aturan diterapkan seperti biasa, akan mengurangi perilaku membangkang pada anak.Misalkan rutinitas biasanya adalah bangun tidur lalu mandi dan sarapan.Apabila rutinitas dan aturan diterapkan dengan tegas, yaitu bangun langsung mandi, anak akan lebih kooperatif, ketimbang dibebaskan mandi sesukanya. Aturan adalah rambu-rambu bagi anak, yang membuat hidupnya lebih aman, teratur, tertib dan terprediksi. Ibarat jalan raya tanpa rambu-rambu, pasti akan menimbulkan kekacauan,rasa tidak aman, dan rawan kecelakaan, maka kehidupan anak tanpa aturan akan membuat anak merasa tidak aman, kacau, dan mudah rewel.

  3. Buat jadwal harian dan mingguan

    Agar liburan dapat dinikmati oleh semua anggota keluarga, sebaiknya dibuat jadwal harian dan mingguan. Jadwal ini penting dibuat dengan seksama agar anak dapat memprediksi kegiatannya di hari itu atau sepanjang minggu. Jadwal dapat dibuat oleh orangtua yang memiliki anak balita, atau dibuat bersama dengan anak bila anak sudah bisadiajak berdiskusi. Selain jadwal rutin bangun, makan, tidur, aktivitas dapat dilakukan lebih fleksibel, seperti aktivitas mandiri dan sosial; jenis aktivitas; non directive play/ free play; lokasi beraktivitas. Apabila semasa hari sekolah terdapat jadwal rutin olah raga, masukkan kegiatan olah raga yang diinginkan di dalam jadwal liburan.

    • Aktivitas mandiri: kegiatan sendiri tanpa ditemani oleh orang lain.Durasi kegiatan sendiri tergantung pada usia anak. Semakin besarusia anak, semakin lama durasi anak beraktivitas sendiri.
    • Aktivitas sosial: Kegiatan bersama dengan orang lain, bisa pengasuh, kakak-adik, orangtua.
    • Jenis aktivitas: bermain, berkreasi seni, memasak, olah raga,membaca, menonton, mendengar/ bermain musik dsb.
    • Jenis permainan:
      • Bermain fisik: mengembangkan hubungan sebab-akibat,keseimbangan, gerakan. Contoh: berlari, memanjat,melempar, lompat tali, menari, bersepeda, bermain engklek,bermain bekel, bermain congklak, bermain kelereng, layangan,enggrang, bermain yoyo, bermain karet, bermain katapel, dsb.
      • Bermain manipulatif: mengembangkan keterampilan perseptual dan penyelesaian masalah. Contoh: menyusunpuzzle, lego, tangram, dsb.
      • Bermain tenang: mengembangkan regulasi diri dan refleksi.Contoh: bermain sendiri, membaca buku, mewarnai,menggambar, mendengarkan musik, yoga, meditasi, latihan pernapasan, dsb.
      • Bermain imajinatif: mengembangkan peran, tanggung jawab, keterampilan bahasa, dan kepercayaan diri. Contoh:dokter-dokteran, guru dan murid, polisi dan penjahat, masak-masakan, raja-ratu, peri, bajak laut, penyihir, pahlawan super,dsb.
      • Bermain proyeksi: mengekspresikan perasaan, penyelesaian masalah. Contoh: bermain boneka, puppet, dsb.
      • Bermain seni-kreatif: mengembangkan ekspresi diri dan keyakinan diri. Contoh: meronce kalung manik-manik,membuat pot dari tanah liat, menggambar, melukis, dsb.
      • Bermain sensori: mengembangkan konsep pilihan sensori(visual, auditori, vestibular, proprioseptif, taktil/ perabaan,pengecapan). Contoh: bermain memilah warna dan bentuk,bermain alat musik, mendengarkan musik, berjoget/ menari,bermain tanah lempung, finger paint, body paint, bermain air,mencicipi beragam rasa bumbu dapur/ buah-buahan/ sayur-sayuran, dsb.
      • Bermain games: mengembangkan keterampilan sosial,relasi, kepercayaan diri. Contoh: bermain kartu, boardgames,bermain lompat tali, bermain ular naga, bermain tradisional bekel, bermain tradisional congklak, bermain petak umpet,bermain tradisional gobak sodor, bermain tradisional galasin,bermain tradisional benteng, bermain kelereng, bermaingasing, dsb.
      • Bermain konstruktif: mengendalikan lengan, kaki,keseimbangan, mengeksplorasi lingkungan. Contoh: menyusun bangunan dari balok, menyusun lego, menyusun alur domino,memasang rel kereta api, dsb.
    • Non directive play/ Free play: Anak perlu diberikan waktu untukbermain bebas, dimana anak dapat bermain tanpa arahan (dengancatatan tetap menjaga keselamatan dirinya dan orang lain). Hal inipenting karena dalam keseharian, anak terbiasa mengikuti aturan baik orangtua maupun guru/ sekolah. Lewat non directive play/ freeplay, anak akan lebih ekspresif mengungkapkan dirinya, berinisiatif,imajinatif dan kreatif.
    • Lokasi beraktivitas: di dalam atau luar ruangan. Sebaiknya anak dapat melakukan kegiatannya baik di dalam atau di luar ruangan agar mendapat suasana yang berbeda. Udara terbuka lebih baik karena oksigen mengalir lebih lancar dan tubuh menjadi lebih sehat.Beraktivitas di alam dapat meningkatkan kesehatan mental dan hidup spiritual5.
  4. Buatlah arena bermain atau pojok bermain

    Anak akan lebih nyaman bermain di rumah bila ada ruang gerak untuk bermain. Karena tidak memungkinkan bermain di taman bermain, maka orangtua dapat menciptakan arena bermain di rumah. Buatlah pojok untuk bermain, di mana anak dapat bermain bebas tanpa kuatir menyenggol perabotan atau merusak benda-benda di sekitarnya. Untuk anak yang aktif bergerak, dapat dibuat semacam jalan setapak dengan kotak-kotak di mana anak diminta melompat, berguling, memanjat,berjoget, berjinjit, bertepuk tangan dst. Bila rumah anda memiliki halaman, ada baiknya disediakan tempat bermain kotor (pasir, slime, air, bermain gelembung sabun, tanahlempung, finger paint, body paint). Tapi apabila tidak ada halaman,orangtua dapat menyediakannya di rumah dengan dialasi taplak plastik atau koran bekas agar memudahkan saat membereskan dan membersihkan kembali.

    Sebagai catatan:

    • Buatlah batasan area bermain yang jelas dan tegaskan agar anak hanya bermain di area tersebut dan tidak keluar dari area bermain. Batasan bisa dibuat dengan alas karpet karet, atau menempelkan lakban di lantai.
    • Setiap kali selesai bermain, anak harus merapikan alat bermaindan memasukkan kembali ke tempatnya.
  5. Luangkan waktu berkualitas bersama anak

    WHO memberi anjuran agar orangtua meluangkan waktu minimal 15menit setiap harinya untuk setiap anak demi kesehatan mental anak.Jadi kalau ada 3 anak, orangtua perlu meluangkan waktu paling sedikit 3x15 menit setiap harinya. Bila anak sudah bisa berpendapat, tanyakan kepadanya, apa yang ingin ia lakukan bersama orangtua. Bila sulit memutuskan, temani anak bermain dan biarkan ia memimpin permainan, sedang orangtua mengikuti.

  6. Jalin hubungan yang erat dengan anak

    Saat berinteraksi dengan anak, coba untuk attune atau selaras dengan energi anak. Fokuslah 100% pada kegiatan anak. Tinggalkan pekerjaan sejenak, termasuk HP. Lakukan kontak mata dan berikan sentuhan kepada anak. Sentuhan merupakan kebutuhan biologis anak yang utama, bahkan seseorang tidak dapat bertahan hidup tanpa adanya rangsangan taktil/ perabaan5. Jadilah pendengar yang baik. Hindari memberikan kritikan. Jatuh cintalah pada anak anda dan bukalah rasa ingin tahu yang besar terhadap anak anda. Cobalah mengenali anak dengan lebih baik, apa yang ia rasakan, apa yang disukai dan tidak disukai dan alasannya. Hargai perasaan dan pendapatnya.

Sebagai penutup, tips di atas tidaklah lengkap bila orangtua tidak bisa menikmati waktu liburannya. Oleh sebab itu, nikmati liburan anda. Nikmati setiap detik waktu yang diluangkan bersama anak anda, karena tidak selamanya mereka anak-anak. Enjoy your moment. Be playful.

“We don’t stop playing because we grow old; we grow old because we stop playing”

(George Bernard Shaw)

1Arnani, M. (2021) Berlaku 18-24 Mei, Ini Syarat Perjalanan Pengetatan Larangan Mudik Lebaran.(Internet). Diambil dari: https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/18/173000865/berlaku-18-24-mei-ini-syarat-perjalanan-pengetatan-pasca-larangan-mudik?page=all [Diakses pada 18 Mei 2021]

2Mardika, R. (2021) Menhub: Ada 1,5 Juta Pemudik di Lebaran 2021 (Internet). Diambil dari: https://www.kompas.tv/article/174321/menhub-ada-1-5-juta-pemudik-di-lebaran-2021 [Diakses pada 18 Mei 2021]

3Nugrahaeny, D.E. (2021)Kasus Positif Covid-19 yang Masih Bertambah dan Potensi Lonjakan Usai Libur Lebaran. Diambil dari: https://nasional.kompas.com/read/2021/05/12/06431191/kasus-positif-covid-19-yang-masih-bertambah-dan-potensi-lonjakan-usai-libur?page=all [Diakses pada 18 Mei 2021]

4Wiranata, A.M., dan Widjajanto, D. (2020) Surviving Covid-19: Tetap Waras di Tengah Pandemi.Jakarta,PT Gramedia Pustaka Utama

5Barnes, M.A. (2013) The Healing Path with Children: An Exploration for Parents and Professionals.England, The Play Therapy Press Limited, The Coach House.

Baca Juga Article Lainnya

“Kamu Bodoh Sekali!” Awasi Perkataan Kasar (abusive) Yang Tidak Disadari Oleh Orang Tua Dan Dampak Psikologis Pada Anak

Lia Sutisna Latif, M. Psi., Psikolog

“TERKADANG MAU, TERKADANG TIDAK”: STRATEGI MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK SELAMA PJJ

Grace Eugenia Sameve, M.A, M.Psi, Psikolog

29 Komentar

Lidya Elisca

Betul Sekali , Terimakasih Untuk Info Info Nyaa

Ny Nia KunKun

Betul Banget. Trimakasih Informasi Nya, Sangat Bermanfaat

Dini Pebriyani

Terimakasih Ibu Amanda, Artikelnya Sangat Bermanfaat Dan Membantu Sekali, Terkadang Bukan Hanya Anak Saja Yg Cepat Merasa Jenuh, Ibunya Pun Seperti Itu, Saya Akan Coba Mengikuti Semua Masukan Dari Artikel Ini .. Terimakasih

Achy Arsyi

Terimakasih Utk Ibu Amanda Margia Wiranata Atas Artikelnya Yg Sangat Bgus & Bermanfaat Ini. Memang Di Saat Pandemi Ini Kita Sebagai Ortua Harus Pintar2 Mengatur Waktu Baik Utk Keluarga,anak2 & Juga Utk Diri Sendiri. Dan Selama Pandemi Dri Awal Hingga Saat Ini Kita Jarang Bepergian Keluar Kecuali Urgent. Alhamdulillah Meskipun Begitu Aktivitas Selama Pandemi Ini Ttp Sama.Anak2 Masih Ttp Bangun Pagi Seperti Biasa,belajar (mengerjakan Pr Dri Sekolah Dan Juga Mengaji ) Dan Bermain.kadang Juga Suka Ikut Mmbntu Ibunya Misal Membuat Kue Dan Juga Belajar Bersepeda Utk Menghilangkan Jenuh. Semoga Pandemi Ini Segera Berlalu Dan Kita Semua Selalu Dalam Keadaan Sehat Dan Selamat Dan Jgn Lupa Juga Utk Slalu Menerapkan Protokol Kesehatan 5M (mencuci Tangan,memakai Masker,menjaga Jarak,manjauhi Kerumunan,mengurangi Mobilitas) Dimanapun Kita Berada.

Sisiliya Gg Arum Ekaristi

Wah Bagus Sekali Artikelnya. Artikel Ini Bisa Membuka Mata Saya Dan Suami Bahwa Mindfulness Ke Anak Itu Sangatlah Penting. Kondisi Saat Ini Yang Mengharuskan Kami Berdua Untuk WFH Membuat Kami Jadi Kurang Quality Time Bersama Anak. Memang Secara Fisik Kami Dan Anak Berdekatan, Namun Banyak Sekali Momen Saat Weekday Yang Membuat Kita Masih Terfokus Dengan Pekerjaan Sehingga Tidak Bisa Mindfulness Ke Anak. Oleh Karena Itu, Biasanya Kami Menghabiskan Waktu Bertiga Ketika Hari Sabtu Dan Minggu. Kegiatan Simpel Yang Bisa Kita Lakukan Adalah Jalan-jalan Pagi Di Komplek Perumahan Sekalian Menikmati Matahari Pagi.

Aluna Ghufron

Terimakasih Banyak Bu Artikel Ini Sangat Bermanfaat, Sangat Cocok Untuk Saya Praktekkan Sekarang

Ratna Ningsih

Trimakasih Ibu Amanda Artikelnya Sangat Menarik Dan Bermanfaat ❤️❤️❤️

Ratna Ningsih

❤️❤️❤️

Forman Simamora

Artikel Yang Sangat Bisa Membantu Buat Para Orang Tua Mendapatkan Solusi Mengatasi Kejenuhan Dimasa Liburan Sekolah. Terima Kasih Mom Amanda Margia Wiranata. Sukses Selalu

Forman Simamora

Artikel Yang Sangat Bisa Membantu Buat Para Orang Tua Mendapatkan Solusi Mengatasi Kejenuhan Dimasa Liburan Sekolah. Terima Kasih Mom Amanda Margia Wiranata. Sukses Selalu

Audy Sabina

Informasinya Bermanfaat Sekali. Memang Di Masa Pandemi Saat Ini Kita Harus Bisa Membagi Waktu Antara Pekerjaan Dan Juga Waktu Bersama Anak. Lebih Banyak Dirumah, Sebagai Orang Tua Harus Lebih Kreatif Lagi Bagaimana Caranya Membuat Suasana Dirumah Tidak Membuat Anak Bosan Dan Stress. Salah Satu Hal Yang Sering Aku Lakukan Bikin Kreasi Permainan Bersama Anak, Dari Barang2 Yg Tidak Terpakai Seperti Kerdus, Botol Dan Yg Lainnya. Anak Ku Antusias Banget Melakukan Hal Ini. Semoga Pandemi Cepat Berakhir Dan Anak-anak Bisa Bermain Bebas Lagi Diluar Tanpa Harus Merasa Khawatir☺️

EmbunAsha

Waaah Terimakasih Tipsnya Sangat Bermanfaat Sekali Bu. 🙏

Ratna Ningsih

👍👍👍

Vidya Retnodewi

Bertambah Lagi Ilmu Saya. Terima Kasih.

Istia Budiarti

Bermanfaat Sekali Artikelnya, Biasanya Aku Bermain Lego Dan Robot Bersama Si Kecil

Sindi Asyanti

Artikel Bagus Dan Sangat Bermanfaat,terima Kasih

Uning Ajalah

Alhamdulillah Sangat Menginspirasi Sekali.. TriMakasih

Nazmi Ahmadi

Ini Benar Sekali Karena Banyak Orang Tua Yang Membebaskan Anak-anaknya Ketika Sedang Masa Liburan. Akhirnya Si Anak Selalu Bangun Jam 10 Dan Baru Tidur Pukul 2 Dinihari. Pola Makannya Jadi Berantakan Hingga Di Akhir Liburan Malah Sakit. Kalau Saya Sejak Dulu Tetap Mendisiplinkan Si Kecil (sekarang 7 Tahun) Meskipun Sedang Masa Liburan. Pagi Boleh Bangun Molor Tetapi Tidak Boleh Melebihi 1 Jam. Usai Bangun Harus Segera Mandi Seperti Biasanya Lalu Sarapan. Sesudah Itu Minimal 1 Jam Dia Harus Tetap Belajar Di Rumah. Usai Belajar Dia Boleh Bermain Hingga Pukul 13 Dia Harus Berangkat Mengaji Hingga Pukul 15. Selama Pandemi Ini Sekolah Mengajinya Hanya Libur 1 Bulan Saja. Sesudah Itu Dia Boleh Bermain Lagi Sampai Pukul 17 Lalu Mandi, Makan Malam, Dan Belajar Minimal 1 Jam.

Assyifa Siela Firdaus

Sangat Bermanfaat Sekali Artikelnya , Memang Sebagai Orang Tua Harus Sangat Kreatif Menghadapi Kejenuhan Si Kecil Dirumah, Agar Sikecil Tetap Ceria Setiap Hari ..

Anita Anggrahini

Terima Kasih Bunda Sudah Memberikan Informasi Dan Tips-tips Yang Sangat Bermanfaat Sekali Buat Kami Atau Khususnya Saya Ibu Dengan 3 Anak Ini Kadang Memang Dilema Dalam Hal Ini Karena Adanya Pandemi Seperti Sekarang Ini. Semoga Saja Kita Semua Dapat Melaluinya Dengan Selalu Sehat Dan Senang Hati.

Ima Namaku Ima

Wah, Artikel Yang Sangat Sesuai Dengan Kedatangan Musim Liburan. Trims Artikel Nya 🙏

Neria YL

Terimakasih Untuk Dra. Amanda Margia Wiranata, S.Psi., M.Si., Untuk Informasi Dan Tips Tips Yang Sangaat Membantu Kami Para Moms Untuk Menghadapi Kejenuhan Saat Pandemi Covid Begini, Tips Dan Informasi Tersebut Berpengaruh Sekali Jika Di Terapkan Ke Keseharian Si Kecil Untuk Tetap Ceria Setiap Hari. Terimakasih Bundaa

Neria YL

Terimakasih Untuk Dra. Amanda Margia Wiranata, S.Psi., M.Si., Untuk Informasi Dan Tips Tips Yang Sangaat Membantu Kami Para Moms Untuk Menghadapi Kejenuhan Saat Pandemi Covid Begini, Tips Dan Informasi Tersebut Berpengaruh Sekali Jika Di Terapkan Ke Keseharian Si Kecil Untuk Tetap Ceria Setiap Hari. Terimakasih Bundaa

Dani Malik

Thank You So Much Untuk Informasi Dan Edukasinya 🙏🤗

Khoirunniswa

Bagus Sekali Tipsnya Saat Menghadapi Kejenuhan Dirumah Saja Bisa Dengan Mengajak Sikecil Bermain Seperti Yang Dicontohkan Dalam Artikel Tersebut. Tambahan Tips Dari Saya Saat Liburan Dirumah Agar Tidak Jenuh Bisa Dengan Mengajak Sikecil Berkebun Menanam Bunga Dihalaman Rumah Serta Mengajaknya Menyiram Bunga Melibatkannya Diluar Ruangan Saya Rasa Juga Sangat Menyenangkan. Semangat Semuanya.

EmbunAsha

Waaaah Terimakasih Tips Nya Sangat Bermanfaat Sekali. Agar Anak Tidak Bosan Dirumah Terus.

Ella Balweel

Alhamdulillah Terima Kasih Atas Informasinya Sangat Bermanfaat, Saya Pun Sudah Menerapkan Sebagian Tips Diatas Untuk Mengatasi Kejenuhan Pada Si Kecil Selama Beraktivitas Di Rumah Saja.

Aksara Langit

Artikel Yang Sangat Bagus, Semua Informasi Yang Saya Butuhkan Untuk Mengatasi Kejenuhan Selama Liburan Di Rumah. Terimakasih Sukses Selalu Ya Moms.

Aninah Malqueen

Memang Benar Sekali. Pandemi Sudah Dilewati 1 Tahun Lebih. Anak Anak Sudah Mengalami Kejenuhan Dirumah Aja. Apalagi Ada Pembatasan Sosial. Tips Yang Diberikan Sangat Bermanfaat Sekali, Ternyata Banyak Cara Mengisi Waktu Luang #dirumahaja. Sehingga Si Anak Tidak Merasa Bosan Dan Jenuh. Kreatifitas Sangat Diperlukan. Dengan Cara Seperti Ini, Bonding Antara Orangtua Dan Anak Semakin Dekat. Anak Pun Juga Ceria. Terimakasih