News

Pentingnya Kerja Sama dan Kebersamaan dalam Parenting

23 October 2019
Pentingnya Kerja Sama dan Kebersamaan dalam Parenting

Kebersamaan dalam Parenting?

Dalam mengasuh si Kecil, Moms tak hanya harus bergerak dan mengajarkannya tentang berbagai hal seorang diri. Parenting membutuhkan kerja sama dan kebersamaan yang baik antara Moms dan Dads untuk mendidik si Kecil hingga menjadi individu yang luar biasa. Tak hanya itu, mendidik si Kecil juga bukan hanya tugas dari Moms dan Dads saja. Bantuan dari orang-orang di sekitar, seperti keluarga dan kerabat dekat juga dibutuhkan.

 

Nah, agar parenting yang baik lancar dilakukan, Moms dan Dads harus membicarakan terlebih dahulu tentang cara atau metode yang ingin diterapkan kepada si Kecil yang tentunya bisa memberi dampak positif pada dirinya. Misalnya, mulai dengan menjalin komunikasi yang baik satu sama lain lalu memberikan masukan tentang pendekatan Moms dan Dads dalam parenting.

 

Dengan komunikasi, Moms dan Dads bisa membuat kesepakatan tentang pembagian tugas dalam rumah, seperti menjaga si Kecil, melakukan pekerjaan rumah tangga, urusan administrasi, hingga mencari nafkah. Dalam tahap ini, Moms dan Dads diharapkan bisa berbagi tentang pedoman dasar yang dipegang masing-masing, lebih fleksibel, memberi masukan dan kritik yang membangun, serta selalu merencanakan tentang parenting bersama-sama. Dengan begini, maka fondasi awal parenting yang baik bisa terbentuk, Moms!

 

Berkomunikasi Adalah Kuncinya

Cara Moms dan Dads berinteraksi satu sama lain juga ternyata berpengaruh besar terhadap perkembangan si Kecil. Ini juga sesuai dengan cara belajar si Kecil yang cenderung meniru hal-hal yang ia lihat di sekitarnya. Saat ia melihat Moms dan Dads sebagai sebuah tim yang selalu bekerja sama dan menunjukkan kebersamaan, maka si Kecil bisa belajar tentang bagaimana cara berinteraksi yang baik dengan orang lain, lebih bahagia, hingga menumbuhkan kepercayaan diri karena merasa didukung oleh orang tua. Kebersamaan juga tidak hanya berpengaruh kepada perilaku dan perkembangan si Kecil saja, tapi juga dinilai positif untuk menjaga keharmonisan keluarga.

 

Apa yang Harus Diperhatikan?

Nah, supaya parenting bisa berjalan dengan lancar, Moms dan Dads juga harus mencoba mengasah beberapa keterampilan, lho. Misalnya bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan baik, mengelola konflik, berbicara dan mendengarkan, saling mendukung, dan juga menerima satu sama lain. Namun ingat, saat menjalankan metode yang telah disepakati, berikan dukungan terhadap pasangan Moms dan hindari untuk “mengecilkan” peran satu sama lain di depan si Kecil, misalnya dengan menyatakan ketidaksetujuan atau menyalahkan atas tindakan buruk si Kecil. Selain itu, cobalah untuk berdiskusi dengan pikiran yang tenang. Hindari pertengkaran di depan si Kecil yang bisa membawa dampak negatif terhadap perkembangannya secara mental, Moms. Di samping itu, jika Moms dan Dads ingin menanamkan nilai-nilai penting dalam keluarga, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu bagaimana manfaatnya dan bagaimana cara membiasakan si Kecil untuk mengamalkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

 

Apa Saja Jenis Gaya Pengasuhan?

Dalam mengasuh si Kecil, ada 4 gaya pengasuhan yang secara umum banyak diterapkan dalam rumah tangga, seperti:

  1. Authoritarian Parenting: Merupakan gaya pengasuhan yang paling banyak diterapkan. Dalam metode ini, orang tua cenderung menyuruh si Kecil untuk melakukan hal sesuai dengan perintah. Orang tua dengan gaya ini lebih saklek terhadap peraturan dan bisa berujung pada hukuman jika si Kecil tidak menuruti. Gaya pengasuhan ini cenderung menghasilkan si Kecil yang mudah cemas, mudah marah, dan tidak terbiasa untuk berpikir mandiri.
  2. Authoritative Parenting: Berbeda dengan cara sebelumnya, metode ini lebih fleksibel walaupun sama-sama tegas dalam mengasuh. Orang tua yang menggunakan cara ini lebih mau mendengarkan si Kecil dan lebih fokus kepada kebebasan yang memiliki batasan tertentu. Cara ini dapat membentuk karakter si Kecil yang bertanggung jawab, bisa diajak kerja sama, dan mandiri.
  3. Permissive Parenting: Dalam metode ini, orang tua bersikap seperti teman si Kecil serta tidak menuntut banyak hal. Orang tua juga cenderung menghindari konfrontasi karena takut si Kecil menjadi tidak suka terhadap mereka. Si Kecil yang dibesarkan dengan cara ini bisa menjadi anak yang pencemas, mudah takut, dan merasa tidak aman.
  4. Uninvolved Parenting: Orang tua cenderung tidak mengetahui hal-hal yang terjadi di dalam rumah. Walaupun semua kebutuhan dasar si Kecil terpenuhi, tapi hubungan emosional dengan orang tua sangat terbatas pada metode ini. Hal ini bisa menghasilkan si Kecil yang menarik diri secara emosi, belajar untuk menjaga dirinya sendiri, dan memiliki rasa takut akan bergantung kepada orang lain.

 

 

Mana Gaya Pengasuhan yang Ideal?

Lalu, manakah gaya parenting yang dinilai paling ideal? Dari keempat gaya pengasuhan yang telah dijelaskan, authoritative parenting merupakan metode yang dianggap paling ideal karena ada batasan-batasan dan aturan yang jelas, dipahami oleh anggota keluarga, dan diberlakukan secara konsisten. Selain itu, fleksibilitas dan mau terbuka menerima pendapat si Kecil juga tetap ada, namun tanpa diiringi oleh tekanan. Untuk mendukung perkembangan si Kecil, memberinya kebebasan untuk mengungkapkan pendapat, serta mengizinkannya untuk melakukan hal yang diinginkan selama tetap pada batas juga penting untuk dilakukan.

 

Dalam gaya pengasuhan authoritative, Moms dan Dads juga tetap memberikan kasih sayang, perhatian, serta menjalin interaksi yang sehat antara orang tua dan anak. Diharapkan dengan cara ini, si Kecil bisa menjadi anak yang mampu beradaptasi dengan baik dan bahagia.

 

 

Apakah Peran Moms dan Dads Berbeda?

Dalam pengasuhan, peran Moms dan Dads dianggap sama pentingnya karena dapat mengajarkan si Kecil tentang hal yang berbeda. Misalnya, ada beberapa peran Moms dan Dads yang tidak dapat ditukar serta perbedaan antara karakter laki-laki dan perempuan. Sebagai contoh, saat si Kecil masih bayi, Moms lebih suka menggunakan baby talk atau bahasa yang dibayikan, sedangkan Dads lebih cenderung menggunakan kata-kata yang lengkap dan benar seperti berbicara dengan anak yang lebih dewasa. Selain itu, Moms juga lebih suka memberikan kehangatan kepada si Kecil dengan pelukan, berbeda dengan Dads yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama si Kecil dengan melakukan kegiatan yang aktif.

 

Dalam mengajarkan si Kecil menghadapi masalah, Dads juga cenderung memberinya semangat bahkan tantangan terhadap si Kecil dengan tujuan agar ia bisa berkembang jadi anak yang kuat. Namun, hal ini tetap pada batasan yang sudah ditentukan sebelumnya oleh Moms dan Dads. Sedangkan pelukan Moms lebih kepada memberikan kenyamanan dan rasa aman terhadap si Kecil saat ia menghadapi suatu hal.

 

Dengan kehadiran kedua orang tua dalam pengasuhan si Kecil, maka ia bisa melihat bahwa peran laki-laki dan perempuan berbeda di masyarakat. Lalu, peran Moms dan Dads juga menjadi acuan si Kecil dalam menghadapi dunia saat mereka besar nanti.

 

 

Apa Manfaat Kebersamaan Keluarga bagi si Kecil?

Kebersamaan dalam keluarga ternyata tidak hanya bermanfaat untuk menjaga keharmonisan hubungan rumah tangga Moms dan Dads. Semakin sering keluarga menghabiskan waktu bersama dengan kegiatan yang menarik, maka bisa meningkatkan bonding dan membantu si Kecil membentuk karakter yang positif. Keluarga yang menghabiskan waktu bersantai bersama bisa membantu meningkatkan komunikasi, kedekatan, bahkan bisa melepaskan diri dari stres berlebih serta menjaga kesehatan mental. Beberapa keluarga juga berpendapat bahwa tingkat kepuasan mereka terhadap rumah tangga jadi lebih tinggi.

 

Tapi bagaimana caranya, ya? Nah, Moms dan Dads bisa membantu si Kecil merasakan kebersamaan keluarga dengan mengajaknya bermain bersama. Bukan hanya dengan Moms dan Dads saja, tapi si Kecil juga bisa bermain dengan anak-anak atau orang lain yang juga mengasuh anak agar si Kecil bisa mengetahui berbagai cara pengasuhan di luar keluarganya.

 

Supaya si Kecil bisa bermain sambil belajar, coba untuk meluangkan waktu atau membuat jadwal khusus. Selain itu, pilih kegiatan yang lebih aktif baik di dalam maupun di luar ruangan tanpa menggunakan gadget. Lalu, biarkan si Kecil bebas bereksplorasi dalam melakukan permainan yang ia inginkan tanpa harus dibatasi dengan berbagai aturan. Dengan begitu, si Kecil bisa semakin dekat dengan Moms dan Dads serta merasakan kebersamaan keluarga serta manfaatnya bagi perkembangan dirinya.

 

Ingin mengetahui berbagai bahasan menarik seputar parenting lainnya dari Lotte Choco Pie? Cek terus informasi webinar berikutnya di media sosial LOTTE Choco Pie di @lottechocopie.id untuk Instagram dan Fans Page Facebook LOTTE Choco Pie Indonesia, serta kunjungi www.lottechocopieindonesia.com ya, Moms!

 

 

 

Share: